Selasa, 05 Juni 2012

Hasil Survey Motivasi

Berdasarkan hasil survey yang saya lakukan dari tanggal 25 Mei sampai 3 Juni terdapat 51 responden. Responden merupakan mahasiswa fakultas Psikologi USU angkatan 2011. Berikut ini merupakan pemaparan dari hasil survey yang telah saya lakukan mengenai motivasi.



Pada pernyataan yang pertama mengenai apakah partisipan panadai dalam memperbaiki kesalhan yang pernah dibuat dan tidak mengulanginya dapat di lihat bahwa sebanyak 21,57% tidak sesuai dengan dirinya, 41,185 netral, 33,33%  sesuai, dan hanya 3,92% yang sangat sesuai.
Pada pernyataan kedua mengenai rasa percaya diri para partisipan dalam situasi yang baru dapat kita lihat bahwa sebanyak 11,76% sangat tidak memiliki percaya diri pada situasi yang baru, 27,45% tidak sesuai pada situasi yang baru, 39,22% menjawab netral, 13,73% menjawab ssesuai dan 7,84% menjawab bahwa dia sangat percaya diri sekali meskipun dia di hadapkan pada situasi yang baru dia hadapi.

Pada pernyataan yang ketiga mengenai keinginan untuk sukses itu merupakan keinginan dari dalam diri sendiri bukan karna orang lain, sebanyak 0% menjawab sangat tidak sesuai, 3,92 menajwab tidak sesuai, 33,33% menjawab netral, 31,37% menjawab sesuai, dan 25,49% menajawab sangat sesuai.

Pada pernyataan keempat bahwa motivasi yang didapat lebih banyak berasal dari luar(ekstrinsik) terdapat jawaban 1,96% sangat tidak sesuai, 41,18% tidak sesuai, 33,33% netral, 23,53% sesuai dan tidak ada yang menjawab sangat sesuai.

Pada pernyataan yang kelima bahwa tidak ada kata menyerah untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan itu, terdapat jawaban 3,92% sangat tidak sesuai, 7,64% tidak sesuai, 41,18% netral, 31,37% sesuai dan 15,59% yang menjawab sangat sesuai.

Motivasi merupakan proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama. Motivasi merupakan tindakan yang memberi tujuan bagi hidup kita. Jika motivasi yang bersifat intrinsik (dari dalam diri) tidak dipunyai, maka motivasi ekstrinsik (dari luar diri)  harus segera aktif untuk membangkitkan motivasi intrinsik tersebut. Motivasi ekstrinsik yang paling utama adalah dari orang tua atau keluarga.

Dalam kegiatan pendidikan, dua aspek motivasi harus dimiliki oleh peserta didik, yaitu motivasi internal dan motivasi eksternal. Adanya motivasi internal (motivasi interisik) berarti peserta didik menyadari bahwa kegiatan pendidikan yang sedang diikutinya bermanfaat baginya karena sejalan dengan kebutuhan dirinya.

Karena itu di dalam perilaku belajar terdapat motivasi belajar, baik yang bersifat instrinsik maupun yang bersifat ekstrinsik. Penguatan motivasi-motivasi belajar tersebut berada ditangan para guru atau pendidik dan anggota masyarakat yang lain. Motivasi ekstrinsik merupakan dorongan perilaku seseorang yang berada diluar perbuatan yang dilakukannya. Sedangkan motivasi instrinsik merupakan dorongan yang terjadi pada saat siswa menyadari pentingnya belajar, dan ia belajar sungguh-sungguh tanpa paksaan orang lain.

Menurut saya setelah melakukan survey dapat menjadi sebuah pembelajaran yang baru bagi saya untuk belajar membuat survey. Tugas ini dapat menjadi cara bagi kita untuk memulai membuat sebuah awal untuk belajar membuat survey.



Tidak ada komentar:

Search This Blog